Sabtu, 08 Mei 2010

Jenglot Ditemukan di Pantai Jimbaran Bali


VIVAnews – Warga pantai Labuan Sait Pecatu, Jimbaran, Bali dihebohkan oleh penemuan sepasang makam misterius diantara karang pantai.

Makam tersebut ditemukan pertama kali oleh petugas Bala Wista Labuan Sait Pecatu Jimbaran saat sedang memantau pantai dari atas bukit karang, Jumat 7 Mei 2010. Saat menoleh ke samping kiri, petugas itu curiga dengan gundukan misterius yang ternyata adalah makam.

Setelah makam tersebut digali, warga menemukan tiga buah benda yakni berupa putri duyung rambut panjang berukuran kecil dan dibungkus dengan kain putih dan dua lagi berupa jenglot dengan posisi tidur dan bersila dengan panjang masing-masing sekitar 40 centimeter (cm).

Sementara, di sekitar lokasi penemuan makam tercium aroma wangi yang bercampur bau mayat.

Bendesa adat Pecatu, I Wayan Rebong mengatakan penemuan ini merupakan kejadian pertama kali di wilayahnya sehingga akan memusyawarahkan terlebih dahulu dengan warganya jika harus menghanyutkannya ke laut.

”Ini pertama kali di desa kami. Apakah akan dihanyutkan ke laut atau tidak kita musyawarahkan dulu dengan warga. Sementara ini mayat-mayat tersebut kita letakan di tempat penemuannya dan menunggu hasil,” ujarnya.

Penemuan makam misterius ini pun membuat wisatawan yang menikmati liburannya merasa terganggu. (jn)

Lekuk Tubuh Wanita ibarat Alkohol



VIVAnews - Bentuk tubuh jam pasir dengan pinggul besar mempengaruhi persepsi pria sama seperti minuman beralkohol. Para peneliti di Georgia Gwinnett College menemukan, bentuk tubuh seperti Beyonce mempengaruhi otak pria persis saat mereka meminum bir atau anggur.

Dalam studi, peneliti menunjukkan foto-foto wanita sebelum dan setelah operasi plastik kepada sekelompok pria muda. Berat badan wanita tetap sama, namun yang berbeda adalah rasio pinggang dan panggul.

Mayoritas pria yang melihat wanita berpinggang kecil dan berpinggul besar memperlihatkan adanya aktivitas di area otak yang sama persis ketika menenggak alkohol. Studi lain menemukan pinggang sempit dan pinggul lebar menandakan kesehatan dan kemampuan wanita untuk melahirkan anak-anak yang sehat. (umi)

Taipei: Bikin Anak, Dapat Uang




VIVAnews - Pemerintah kota Taipe menempuh berbagai cara demi meningkatkan jumlah penduduk di ibukota Taiwan tersebut. Bahkan pemerintah setempat bersedia memberikan sejumlah uang bagi bagi tiap pasangan suami-istri yang bersedia memiliki anak.

Otoritas setempat akan memberikan uang senilai Rp 5,7 juta atas setiap bayi yang baru lahir mulai tahun 2011 dan menawarkan subsidi bulanan bagi hingga mereka mencapai usia lima tahun yang berasal dari keluar ekonomi bawah.

Walikota Taipei, Hau Lung-bin, berharap program komprehensif tersebut akan membuat pasangan muda merasa lebih santai bila menghendaki kehadiran seorang anak. "Sebagai walikota, prioritas utama saya adalah mengatasi persoalan rendahnya tingkat kelahiran dan populasi usia lanjut," kata Hau, seperti dikutip dari laman The Sun, Jumat 7 Mei 2010.

Skema komprehensif tersebut akan menghabiskan anggaran pemerintah setempat senilai hampir Rp 872,5 miliar per tahun. Tingkat kelahiran di Taipei merosot hingga ke level terendah pada 2009 dengan kurang dari 20 ribu bayi dilahirkan. Menurut pemerintah kota Taipei, Jumlah itu menurun 40 persen dari satu dasawarsa lalu.

Sejumlah survei menunjukkan bahwa sebagian besar pasangan menikah mencemaskan kondisi finansial, termasuk biaya membesarkan anak, sebagai alasan utama para pasangan tersebut tidak memiliki keturunan. Pemerintah Taiwan telah menawarkan berbagai insentif untuk mendongkrak angka kelahiran di tengah kekhawatiran akan minimnya sumber daya manusia yang bisa menimbulkan persoalan sosial dan ekonomi.

Menurut data resmi, tingkat kelahiran di negara pulau tersebut berada pada level 8,29 per 1.000 orang tahun lalu. Angka itu, menurut Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), merupakan perbandingan dari rata-rata tingkat kelahiran di berbagai negara dengan lebih dari 20 per 1.000 orang. (jn)